Resensidibuat untuk membagikan pengenalan serta penjelasan secara menyeluruh kepada pembaca tentang sebuah karangan yang diresensi. Membagikan pandangan kepada pembaca tentang kepantasan sebuah karangan untuk dibaca maupun diterbitkan. Membagikan jawaban tentang permasalahan dari pembaca, apabila sebuah karangan diterbitkan. Manfaat Resensi Jawabanjawaban yang tepat adalah pilihan D. Pembahasan Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya, berupa buku, karya seni film, dan drama. Unsur-unsur dalam resensi novel: Judul resensi Data buku Pembukaan resensi Isi resensi buku Sinopsis Penilaian kelemahan novel dan kelebihan novel Penutup resensi Nahberikut ini yang bukan termasuk contoh karya seni rupa terapan tiga dimensi adalah patung, karya instalasi, kristik dari benang, lukisan, seni cetak grafis dan lain sebagainya. Semoga dapat dipahami dan memberikan manfaat untuk kalian semua. Resensiseni bertujuan untuk mengetahui kualitas karya seni yang bersabgkutan. c. Resensi seni hanya dilakukan pada karya seni yang bersifat tiga dimensi. d. Resensi seni umumnya hanya digunakan pada bentuk-bentuk karya seni murni. e. Resensi seni memiliki dua jenis nilai, yakni nilai bentuk dan nilai makna. Question 3. Industrikreatif adalah proses penciptaan, kreativitas, dan ide dari seseorang atau sekelompok orang yang dapat menghasilkan sebuah karya, tanpa mengeksploitasi sumber daya alam, serta dapat dijadikan produk ekonomi yang menghasilkan. Kreatifitas yang dihasilkan harus dapat membuka lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. ContohResensi ArtikelJurnal Ilmiah. 50 Metodologi Penyelidik telah memilih untuk mengumpul data dengan menggunakan kaedah resensi perpustakaan. Pada saat kita membaca buku kita harus mencerna buku bacaan tersebut dengan seksama agar kita dapat memahami isinya. Pengertian Manfaat Unsur dan Cara Meresensi Buku. . ANDA pasti pernah tertarik membaca sebuah buku atau melihat suatu karya film maupun drama karena sebuah ulasan, yang biasanya juga disebut sebagai resensi. Resensi adalah penilaian terhadap sebuah karya yang bisa memberikan gambaran dan pertimbangan terhadap pembaca untuk menikmati karya tersebut atau tidak. Anda bisa menemukan tulisan resensi dalam majalah, surat kabar, media massa online, atau blog pribadi penulis resensi. Baca juga FLP Bertekad Tingkatkan Literasi Masyarakat Indonesia Lewat Perbanyak Karya Penulisan resensi ini juga tidak sembarangan. Penulis resensi tidak hanya paham gaya bahasa penulisan resensi, tapi juga memiliki banyak pengetahuan atau wawasan mengenai karya lain yang se-rupa untuk menjadi bahan perbandingan. Hal terpenting lainnya, penulis resensi harus paham betul pengertian dari resensi itu sendiri, tujuannya, jenis resensi yang dipilih hingga struktur atau unsur penulisan resensi. Bila Anda sedang belajar mencoba menjadi seorang penulis buku atau novel, Anda bisa memulainya dengan menulis sebuah resensi. Pengertian resensi Resensi adalah kegiatan menilai, membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi yang ada di dalam sebuah karya dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku. Sedangkan secara etimologi, resensi berasal dari bahasa Belanda 'resentie' dan bahasa Latin 're-censio', 'recensere' atau 'revidere', yang memiliki arti mengulas kembali atau melihat kembali. Sedangkan dalam bahasa Inggris, resensi dikenal dengan istilah 'review'. Singkatnya, resensi adalah suatu penilaian pada sebuah karya. Jadi, dalam menulis resensi suatu karya harus terdiri dari kelebihan, kekurangan, dan informasi yang diperoleh dari buku atau karya. Tulisan resensi suatu karya biasanya banyak diterbitkan di media masa, baik surat kabar maupun majalah. Pengertian Resensi Menurut Ahli Menurut Gorys Keraf Pengertian resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai dari sebuah karya atau buku. Menurut Poerwadarminta Resensi adalah suatu pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebi-han atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, serta memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca, dimiliki, atau dibeli. Menurut Yus Rusyana Resensi adalah suatu tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan se-bagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku. Menurut Panuti Sudjiman Pengertian resensi adalah pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku. Menurut Euis Sulastri Resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah. Menurut Saryono Resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya, benar-salahnya, argumentatif - tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto-copy sampul buku. Tujuan Resensi Seseorang membuat resensi buku atau film tentunya memiliki tujuan. Adapun tujuan resensi adalah Membantu pembaca untuk paham gambaran serta penilaian umum sebuah hasil karya dengan ringkas. Memberi pemahaman serta informasi dengan komprehensif pada pembaca, mengenai karya yang diresensi. Memahami kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi. Memahami latar belakang serta alasan sebuah karya dibuat. Memberi masukan pada pembuat karya berupa kritik dan saran. Mengajak pembaca mendiskusikan karya yang diresensi. Menguji kualitas karya dan membandingkan dengan karya lain. Jenis Resensi Ada tiga jenis resensi berdasarkan isinya. Namun, jenis resensi ini tidak baku dan bisa diterapkan secara bersamaan dalam suatu resensi. Berikut jenis-jenis resensi yang perlu kamu ketahui Resensi Informatif adalah resensi yang isinya hanya informasi tentang hal penting dari keseluruhan isi buku secara umum. Resensi Deskriptif adalah resensi yang membahas secara detail setiap bagian atau babnya. Resensi Kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu penge-tahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku. Struktur Resensi Selain mengenali pengertian resensi dan unsur-unsurnya, kamu juga perlu mengenali strukturnya, yaitu 1. Identitas Mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, serta ukuran buku. 2. Orientasi Bagian ini umumnya terletak di paragraf pertama. Isinya berupa penjelasan tentang kelebihan bu-ku, seperti penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi. 3. Sinopsis Sebuah ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya. 4. Analisis Paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, serta alur. 5. Evaluasi Sebuah paparan mengenai kelebihan dan kekurangan suatu karya. Manfaat Resensi Menulis resensi sebuah buku atau karya pastinya akan memberi manfaat kepada pembacanya sekaligus penulis atau pencipta karya yang diulas. Berikut ini, manfaat dari menulis resensi yang bisa diperoleh kedua belah pihak 1. Bahan Pertimbangan Resensi bermanfaat memberikan gambaran tentang suatu karya kepada pembaca sebagai bahan pertimbangan mereka untuk membaca, memiliki dan membeli karya tersebut. Karena itu, ada be-berapa hal yang harusnya dibahas oleh penulis dalam membuat resensi, antara lain Keinginan pengarang yang disajikan oleh penulis resensi secara metaanalisis, yaitu mengkaji landasan filosofi yang dijadikan dasar penulisan. Kepentingan pembaca yang hendak dikembangkan melalui karangan tersebut dan fokus pada pengembangan keterampilan pembaca. Kepentingan pembaca sehingga pembaca bisa terbantu mendapatkan informasi mengenai buku atau karya yang ingin dibaca atau dilihat. Materi karangan yang diulas tepat sesuai sasaran pembacanya atau tidak. 2. Sarana promosi Resensi bermanfaat sebagai sarana promosi sebuah karya, baik buku, film, musik atau karya seni lainnya. Karena, karya yang diulas atau diresensi adalah sebuah karya baru yang belum pernah diresensi. 3. Mengembangkan kreativitas Menulis resensi juga bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas Anda dalam menulis. Karena, semakin sering Anda menulis maka makin terasah pula kemampuan dan kreativitasnya untuk menulis. 4. Nilai ekonomis Resensi juga memberikan manfaat dari segi nilai ekonomis. Karena, penulis resensi bisa mendapatkan imbalan atau uang dan buku secara gratis dari penerbit, terutama bila hasil resensi Anda dimuat di koran atau majalah. OL-1 Resensi dan kritik seni adalah bagian vital dari dunia seni. Hal ini dimaksudkan untuk mengulas suatu karya seni dan memberi pemahaman kepada pembaca tentang kualitas, nilai, dan pesan yang terkandung di dalamnya. Hal ini dapat membantu menciptakan desain dan karya seni yang lebih baik di masa depan. Namun, beberapa hal sering kali disalahartikan sebagai tahapan dalam sebuah resensi atau kritik seni padahal sebenarnya tidaklah demikian. Berikut adalah beberapa hal yang bukanlah tahapan dalam resensi atau kritik seni. Berikut Yang Bukan Tahapan Dalam Resensi Atau Kritik Seni AdalahDeskripsiOpini PribadiBiografi SenimanFAQs1. Apa itu resensi seni?2. Apa perbedaan antara resensi seni dan kritik seni?3. Apa bedanya deskripsi dan analisis dalam resensi seni?4. Apakah opini pribadi sangat dibutuhkan dalam sebuah kritik seni?5. Apa yang seharusnya diperhatikan dalam membuat resensi atau kritik seni?6. Apa tujuan dari resensi atau kritik seni?7. Bagaimana cara membuat kritik seni yang baik dan profesional?Related posts Deskripsi Seringkali deskripsi karya seni menjadi salah satu hal yang disalahartikan sebagai tahapan dalam resensi atau kritik seni. Deskripsi pada dasarnya adalah membuat gambaran secara rinci mengenai karya seni, memuat informasi mengenai warna, tekstur, bentuk, dan elemen visual lainnya yang terkandung di dalamnya. Deskripsi adalah hal yang sangat penting dalam sebuah resensi atau kritik seni, tetapi bukanlah tahapan utama. Tujuan utama resensi atau kritik seni adalah memberikan analisis mendalam yang dapat membantu pembaca dalam memahami karya seni tersebut secara lebih kompleks. Oleh karena itu, deskripsi harus diikuti dengan analisis, evalusi, dan pemahaman tentang karya seni yang sedang dibahas. Opini Pribadi Opini pribadi juga sering kali disalahartikan sebagai tahapan dalam resensi atau kritik seni. Opini pribadi adalah pandangan subjektif mengenai suatu karya seni yang didasarkan pada kesukaan dan kebiasaan pribadi. Opini pribadi hanya mencerminkan sudut pandang individu dan tidak dapat dijadikan acuan umum dalam menilai suatu karya seni. Seorang kritikus seni seharusnya lebih obyektif dalam menilai suatu karya seni dengan melihat dari sudut pandang estetika dan ke-profesian. Kritikus seni seharusnya dapat membahas setiap aspek dari karya seni tersebut, termasuk kelemahan dan kelebihannya dari sudut pandang seni. Hasil akhir dari resensi atau kritik seni seharusnya memberikan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai karya seni tersebut kepada pembaca. Biografi Seniman Banyak yang berpikir bahwa biografi seniman yang membuat suatu karya seni adalah salah satu tahap dalam resensi atau kritik seni. Namun, biografi seniman hanya memberikan informasi tentang latar belakang seniman tersebut dan mungkin memberikan sedikit konteks bagi karya seni tersebut. Biografi seniman tidak memberikan analisis yang dapat membantu pembaca memahami karya seni. Sebagai kritikus seni, lebih baik fokus pada analisis karya seni dan tuliskan mengenai karya seni tersebut secara lengkap dan jelas. Seorang kritikus seni harus memberikan perspektif yang lebih luas mengenai karya seni tersebut, termasuk aspek-aspek yang unik dan penting dari karya seni tersebut. FAQs 1. Apa itu resensi seni? Resensi seni adalah kritik atau penilaian mengenai suatu karya seni, baik itu seni visual, seni musik, sastra, atau bentuk seni yang lainnya. Tujuan dari resensi seni adalah untuk memberi pemahaman kepada pembaca tentang kualitas dan nilai dari karya seni tersebut. 2. Apa perbedaan antara resensi seni dan kritik seni? Resensi seni dan kritik seni memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan penilaian mengenai suatu karya seni. Namun, resensi seni lebih mengarah pada memberikan gambaran rinci mengenai karya seni tersebut, sedangkan kritik seni lebih menitikberatkan pada analisis dan evaluasi karya seni tersebut dari sudut pandang profesional. 3. Apa bedanya deskripsi dan analisis dalam resensi seni? Deskripsi adalah gambaran rinci mengenai karya seni, termasuk warna, tekstur, bentuk, dan elemen visual lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan analisis adalah pembahasan yang lebih mendalam mengenai karya seni tersebut, termasuk aspek-aspek seperti tema, pesan, dan aspek estetika dan profesionalnya. 4. Apakah opini pribadi sangat dibutuhkan dalam sebuah kritik seni? Opini pribadi hanya mencerminkan sudut pandang individu dan tidak dapat dijadikan acuan umum dalam menilai suatu karya seni. Seorang kritikus seni seharusnya lebih obyektif dalam menilai suatu karya seni dengan melihat dari sudut pandang estetika dan profesional. Hasil akhir dari resensi atau kritik seni seharusnya memberikan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai karya seni tersebut kepada pembaca. 5. Apa yang seharusnya diperhatikan dalam membuat resensi atau kritik seni? Hal yang harus diperhatikan dalam membuat resensi atau kritik seni adalah ketelitian dalam membuat deskripsi dan analisis karya seni tersebut. Seiring dengan itu, kritikus seni harus berfokus pada sudut pandang profesional dan dapat melihat berbagai aspek penting yang terkait dengan karya seni tersebut. Selain itu, kritikus seni seharusnya dapat menuliskan dengan jelas dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat memahami dengan baik apa yang terkandung dalam karya seni tersebut. 6. Apa tujuan dari resensi atau kritik seni? Tujuan dari resensi atau kritik seni adalah memberikan pemahaman yang lebih dalam dan secara profesional tentang karya seni tersebut untuk membantu penikmat karya seni dapat memahami nilai, pesan, kualitas dari karya seni tersebut. 7. Bagaimana cara membuat kritik seni yang baik dan profesional? Untuk membuat kritik seni yang baik dan profesional, kritikus seni harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya melakukan deskripsi secara rinci mengenai karya seni tersebut, melakukan analisis yang mendalam dari sudut pandang profesional dan objektif, menyajikan fakta yang akurat, serta menuliskan dengan bahasa yang mudah dipahami pembaca. Dalam menulis kritik seni, kritikus seni juga harus dapat melihat berbagai aspek penting dari karya seni tersebut, seperti konteks sosial, kebudayaan, maupun tema yang terkait dengan karya seni tersebut. Hal ini akan membantu dalam memberikan perspektif yang lebih luas terhadap karya seni tersebut dan membantu pembaca dalam memahaminya secara lebih baik. Jadi, pada dasarnya, resensi atau kritik seni harus dilakukan dengan cermat dan memperhatikan setiap aspek penting dari karya seni tersebut. Setiap resensi atau kritik seni harus mengandung deskripsi yang rinci, analisis mendalam dari sudut pandang estetika dan ke-profesian, serta menghindari opini pribadi dan biografi seniman yang hanya akan mengalihkan perhatian dari aspek penting karya seni tersebut. Pengertian Resensi – Pernahkah Anda mendengar kata resensi? Mungkin bila Anda merupakan penikmat buku, film, atau drama, kata ini sudah tidak asing lagi. Resensi sering ditemukan baik di media cetak maupun media daring online. Resensi biasanya akan menjadi bacaan wajib bagi para penikmat karya, baik berupa buku maupun karya lain untuk menggali informasi mengenai karya tersebut. Umumnya, resensi dibuat agar orang semakin tertarik terhadap sebuah karya yang baru dikeluarkan, terutama dalam bidang karya tulis. Daftar Isi ArtikelPengertian ResensiTujuan ResensiManfaat Resensi1. Sebagai Bahan Pertimbangan2. Nilai Ekonomis3. Sebagai Sarana Promosi 4. Untuk Mengembangkan KreativitasLangkah Membuat ResensiUnsur Unsur Resensi1. Judul2. Identitas Buku atau Karya3. Isi Resensi4. PenutupStruktur Resensi1. Identitas2. Orientasi3. Sinopsis4. Analisis5. EvaluasiContoh ResensiARTIKEL LAINNYA Pengertian Resensi Menurut Aina Prihantini, Pengertian Resensi adalah tulisan mengenai pandangan perisensi terhadap buku yang dibuat dengan tujuan untuk mengulas, menilai, menganalisis, mengkritisi, ataupun mengapresiasi sebuah buku secara keseluruhan. Akan tetapi, resensi tidak hanya berkutat pada buku saja. Resensi juga dapat menyasar karya lain seperti hasil kesenian, kesusastraan, bahkan film. Isinya pun bermacam-macam, mulai dari gambaran karya, pujian, maupun kritikan terhadap karya yang diresensi. Jadi, dapat dikatakan bahwa resensi merupakan kegiatan menilai atau pun membahas isi yang terdapat dalam sebuah karya dengan cara memaparkan data, sinopsis, pujian, atau kritikan terhadap karya tersebut. Dalam KBBI, resensi diartikan sebagai pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau disebut ulasan buku. Ini memang benar mengingat lebih banyak resensi tentang buku dibanding karya-karya lain. Kesimpulan Pengertian Resensi adalah pandangan seseorang peresensi terhadap buku atau karya yang dibuat dengan tujuan untuk mengulas, menilai, menganalisis ataupun mengapresiasi karya dengan memaparkan data, sinopsis, pujian ataupun kritikan. Tujuan Resensi Tujuan resensi masih erat kaitannya dengan pengertian resensi yang merupakan sebuah ulasan. Maka tujuan resensi tidak lain untuk menyampaikan ulasan atau penilaian terhadap suatu karya agar dapat diketahui oleh khalayak. Berikut tujuan resensi secara lebih luas. Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui gambaran dan penilaian dari sebuah karya secara lebih ringkas dan mendalam. Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu karya. Membantu pembaca atau penikmat karya untuk mengetahui latar belakang dan alasan mengapa sebuah karya dibuat. Menguji kualitas karya untuk dibandingkan dengan karya sejenis lainnya. Memberi masukan atau rekomendasi kepada pembuat karya berupa kritik atau pun saran. Mengajak pembaca untuk turut mendiskusikan karya yang diulas atau diresensi. Memberikan informasi dan pemahaman secara komprehensif mengenai karya yang diresensi. Manfaat Resensi Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari suatu resensi. 1. Sebagai Bahan Pertimbangan Resensi akan memberikan suatu gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya. Dengan demikian, resensi dapat memunculkan pengaruh kepada pembaca mengenai suatu karya. Jadi, resensi dapat menjadi bahan pertimbangan terhadap suatu karya apakah ia layak dinikmati atau tidak. 2. Nilai Ekonomis Bila Anda memperhatikan, banyak resensi yang beredar di surat kabar, baik mengenai buku, film, maupun yang lain. Penulis yang resensinya di muat di surat kabar atau majalah biasanya akan mendapatkan imbalan baik berupa buku maupun uang. Beberapa surat kabar mungkin akan memberikan honor kepada penulis, sementara penerbit buku akan memberikan buku lain secara gratis. 3. Sebagai Sarana Promosi Karya yang biasanya diresensi biasanya merupakan karya yang masih tergolong baru. Oleh karena itu, dengan adanya resensi, suatu karya dapat lebih dikenal khalayak ramai. Hal ini menegaskan fungsi resensi sebagai sarana untuk mempromosikan suatu karya. 4. Untuk Mengembangkan Kreativitas Membuat resensi berarti melakukan pekerjaan menulis. Semakin sering menulis, kreativitas akan semakin terasah. Maka dari itu menulis resensi dapat menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas. Langkah Membuat Resensi Menulis resensi bukanlah perkara mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat sebuah resensi Kenali semua aspek buku, mulai dari tema, isi, hingga jenis buku yang diresensi; apakah merupakan buku fiksi, motivasi, psikologi, pengembangan diri, atau pun yang lainnya. Membaca buku yang akan diresensi secara menyeluruh. Hal ini wajib dilakukan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai buku. Menandai bagian-bagian buku yang dirasa menarik. Ini akan membantu Anda untuk menuliskan bagian mana saja yang perlu dimasukkan ke dalam resensi. Membuat sinopsis mengenai isi buku. Menilai kualitas buku yang diresensi, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Unsur Unsur Resensi Resensi tidak lepas dari unsur-unsur pembangunnya. Berikut merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam resensi 1. Judul Judul resensi harus mempunyai kesesuaian dengan isi buku atau karya yang diresensi. Kemudian, judul harus dibuat semenarik mungkin sehingga dapat memancing pembaca untuk membacanya. 2. Identitas Buku atau Karya Bila yang diresensi adalah buku, bagian ini dapat berisi Judul buku, Pengarang, Penerbit, Tahun terbit beserta cetakannya, dan Jumlah halaman. 3. Isi Resensi Bagian ini berisi ulasan karya. Ulasan dapat berupa sinopsis, ulasan singkat, kutipan, keunggulan, serta kelemahan yang terdapat dalam karya yang diresensi. 4. Penutup Bagian ini biasanya berisi alasan mengapa buku atau karya itu perlu dibaca atau dinikmati. Selain itu, latar belakang penulisan buku juga bisa diletakkan di bagian ini. Struktur Resensi Menulis resensi tidak bisa sembarangan. Ada struktur yang harus diperhatikan oleh seorang penulis sebelum menulis sebuah resensi. Berikut adalah struktur resensi 1. Identitas Bagian ini mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman. Demikian halnya jika yang diresensi adalah sebuah film, dapat disesuaikan dengan identitas film. 2. Orientasi Bagian ini biasanya terletak di bagian awal dan berfungsi sebagai pembuka. Bagian ini dapat berisi penjelasan mengenai penghargaan-penghargaan yang telah diterima oleh karya yang diresensi. 3. Sinopsis Bagian ini berisi ringkasan yang menggambarkan keseluruhan isi karya yang diresensi berdasarkan pemahaman penulis. 4. Analisis Bagian ini berisi paparan mengenai unsur-unsur yang ada dalam karya yang diresensi. Bila yang diresensi adalah buku, bagian ini bisa berisi kutipan-kutipan yang terdapat dalam buku. Bila novel atau film, dapat membahas tema maupun tokoh dalam karya. 5. Evaluasi Bagian ini berisi ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan karya yang diresensi. Contoh Resensi Menyelam Lebih Dalam ke Indonesia Timur Judul Lembar-Lembar Pelangi Penulis Nila Tanzil Kota terbit Jakarta Penerbit b publishing Tahun terbit 2016 Cetakan Pertama Jumlah halaman xii +246 halaman Pendidikan belakangan ini menjadi topik yang sering diperbincangkan di masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan semakin mendapatkan tempat dan menjadi hal yang penting. Dalam Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Akan tetapi, pendidikan yang berlangsung di Indonesia belum merata. Demikian yang sering dilontarkan orang-orang, baik dari kalangan masyarakat pada umumnya maupun para aktivis pendidikan yang kuliah di kampus-kampus. Bagaimanapun, kita tidak bisa menepis anggapan itu. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu yang mendasari pendirian Taman Bacaan Pelangi oleh Nila Tanzil. Nila percaya bahwa setiap warga negara, di manapun ia berada, berhak memperoleh pendidikan yang sama. Tidak ada perbedaan antara pendidikan di sana dan di sini. Pertemuannya dengan Kapten Tim menjadi awal dirinya untuk tertarik pada dunia pendidikan di Indonesia bagian timur. Seorang asing bernama Tim nyatanya malah tergerak untuk menyumbangkan buku bacaan anak untuk sebuah sekolah di Kampung Roe. Saat itulah, Nila sebagai orang Indonesia asli merasa malu pada Kapten Tim yang mempunyai kewarganegaraan Amerika itu. “Tiba-tiba aku merasa malu. Masa aku orang Indonesia tidak melakukan apa-apa di saat melihat kesederhanaan hidup masyarakat di desa-desa? hlm. 18” Pertanyaan itu telah membawa Nila menjalani petualangan baru, untuk memajukan pendidikan di Indonesia bagian timur. Dari mendaki bukit yang terjal, melewati sungai yang deras, hingga tidur di rumah penduduk setempat rela dijalani Nila. Ini dilakukan demi membangun taman bacaan bernama Taman Bacaan Pelangi. Kini, berkat bantuan dari berbagai pihak, Taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 39 perpustakaan yang tersebar di 15 pulau di Timur Indonesia. Sebuah pencapaian yang luar biasa. Nila Tanzil menceritakan semua pengalamannya dalam buku Lembar-Lembar Pelangi yang ditulisnya sendiri. Semua diceritakan dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami meskipun ada beberapa kosakata bahasa Inggris yang dimasukkan. Melalui buku ini, kita akan lebih memahami bagaimana kondisi pendidikan yang sebenarnya di timur Indonesia sana. Dengan dilengkapi gambar dan foto-foto kegiatan, semakin nyatalah gambaran mengenai kondisi pendidikan di sana. Setidaknya, ada dua hal yang akan kita dapat dari buku ini. Pertama, perjalanan Nila Tanzil dalam mendirikan dan mengelola Taman Bacaan Pelangi. Kedua, bagaimana kondisi riil masyarakat di Timur Indonesia sana serta respons mereka terhadap Taman Bacaan Pelangi. Dua hal yang sebenarnya tidak dapat terpisahkan. Dalam buku inilah Nila menyatukan keduanya menjadi bacaan yang menarik dan inspiratif. Mungkin tidak pernah terbayang oleh kita bahwa cita-cita anak-anak di timur sana hanya dua, yaitu guru dan pastor. Mereka tidak pernah dikenalkan oleh profesi lain semacam dokter, tentara, polisi, dan sebagainya. Hadirnya Nila dengan Taman Bacaan Pelangi nyatanya mampu membawa perubahan bagi anak-anak di sana. Beberapa minggu setelahnya, jawaban mereka berubah. Dokter, pilot, tentara, mereka menjadi mengenal profesi lain selain guru dan pastor. Taman Bacaan Pelangi telah menggantungkan mimpi-mimpi mereka setinggi langit. Kita juga dapat mengambil beberapa hal yang bisa menjadi kritik sosial atas apa yang terjadi di negeri ini. “Aku percaya, masing-masing orang dilahirkan ke dunia ini untuk misi tertentu. There are bigger things that I have to do, other than just’ working for corporation as a carrer woman.” hlm. 196. Memang benar bahwa banyak orang terlalu sibuk bekerja pada orang lain di perusahaan tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekelilingnya. Dalam ruangan ber-AC, bagaimana mungkin seseorang memikirkan keadaan orang lain yang hidupnya jauh di timur sana? Barangkali masih ada. Memang ada beberapa bagian dari buku ini yang dirasa tidak perlu untuk ditampilkan, seperti tentang cerita hidup Kapten Tim pada bagian awal dan sex education pada bagian empat belas. Hal semacam itu terlalu vulgar untuk ditampilkan dalam buku seperti ini. Akan tetapi, seorang Nila Tanzil tentu mempunyai alasan untuk menyertakannya dalam bagian buku. Alasan itu tersirat di bagian yang sama. Inilah kecerdikan penulis yang mampu membawakan dan memasukkan unsur’ lain ke dalam buku yang sejati tidak berkaitan dengan unsur’ itu. Buku ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggali lebih dalam mengenai kondisi pendidikan di Timur Indonesia. Dengan gaya bahasa yang cenderung bercerita, tentu tidak akan membuat pembaca cepat merasa bosan. Buku ini cocok sebagai bacaan siswa terutama mereka yang bersekolah di kota-kota besar untuk melihat’ sekilas nasib saudara kita di timur sana. Terlebih lagi bagi orang-orang yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Demikian tadi artikel singkat mengenai Teks resensi, mulai dari pengertian resensi, struktur, unsur-unsur dan juga contoh resensi buku. Sekian dan semoga bermanfaat .. WASSALAM Pernahkah kamu tertarik pada sebuah buku karena membaca sebuah tulisan yang mengulas secara singkat detail dari isi buku tersebut? itulah resensi, materi yang akan kita pelajari kali ini. Pertama-tama kita mulai dari ResensiUnsur Unsur ResensiJenis-jenis ResensiTujuan ResensiManfaat ResensiResensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada Unsur ResensiTerdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur-unsurnya1. Judul Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih Menyusun Data Buku Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikutJudul buku;Pengarang;Penerbit;Tahun terbit beserta cetakannya;Dimensi buku;Harga buku;3. Isi Resensi Buku Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang Penutup Resensi Buku Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut saya, resensi ini hampir serupa dengan teks ulasan. Saya sarankan kamu membacanya ResensiSecara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaituInformatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak ResensiPerlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikutMengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan latar belakang dan alasan buku tersebut kualitas buku dan membandingkan terhadap karya Resensi1. Bahan Pertimbangan Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya Sarana Promosi Buku Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak Pengembangan Kreativitas Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas Nilai Ekonomis Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!Itulah pembahasan lengkap mengenai resensi yang memuat pengertian, unsur beserta jenis, sekaligus tujuan dan manfaatnya. Untuk contoh resensi InsyaAllah akan lanjutkan pada pembahasan di artikel berikutnya.

berikut yang bukan manfaat resensi karya seni adalah