Malah setiap orang beriman harus diuji lebih dahulu, sehingga dapat diketahui sampai di manakah mereka sabar dan tahan menerima ujian tersebut.. Ujian yang mesti mereka tempuh itu bermacam-macam. Misalnya ujian perintah berhijrah (meninggalkan kampung halaman demi menyelamatkan iman dan keyakinan), berjihad di jalan Allah, mengendalikan syahwat, mengerjakan tugas-tugas dalam rangka taat kepada Siapa yang diuji kesabarannya? Jawabnya, mereka orang-orang yang beriman. Allah berfirman dalam kalam-Nya yang mulia bahwa jika seseorang mengaku beriman, ia tidak akan lepas dari ujian, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabut (29) ayat 2 sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah Di sebalik ujian yang datang sudah pasti Allah SWT tidak akan sekali-kali menzalimi hambaNya. Malahan, ujian yang diberikan adalah selaras dengan kemampuan hambaNya. Perkara ini telah dinyatakan melalui firman Allah SWT melalui Surah Al Baqarah, ayat 286 yang maksudnya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya Orang yang beriman akan selalu diuji . Ayat Qur'an yang menjelaskan tentang Orang yang beriman akan selalu diuji berada pada surat sebagai berikut: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Maka Allah Ta'ala menurunkan Surah Al-Furqan ayat 68-70 sebagai ayat yang membenarkan jawaban Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Allah Ta'ala berfirman: " Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. .

tidak dikatakan beriman seseorang sebelum diuji